4 Alasan Darurat Dilakukannya Episiotomi saat Persalinan

30 Oktober 2018

Episiotomi merupakan sebuah tindakan berupa sayatan pada bagian jaringan di antara jalan lahir bayi dan anus Anda. Tindakan ini dilakukan saat proses persalinan yang tujuannya untuk mengurangi risiko robekan pada jalan lahir. Tindakan ini dilakukan jika terjadi kondisi yang darurat seperti 4 kondisi berikut ini. Tujuannya agar rektum tetap berada di tempatnya.

4 Alasan Darurat Dilakukannya Episiotomi saat Persalinan

4 Alasan Darurat Dilakukannya Episiotomi saat Persalinan

1. Kondisi Gawat Janin

Tindakan episiotomi dilakukan pada kondisi gawat janin yang terjadi pada kehamilan Anda. Kondisi ini terjadi karena janin di dalam kandungan tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Tindakan episiotomi perlu dilakukan agar dapat menolong bayi lahir dengan selamat dan terhindar dari risiko cacat.

Tanda-tanda gawat janin saat terjadi adalah peningkatan dan penurunan detak jantung janin yang terjadi secara drastis. Tanda ini diketahui ketika dokter melakukan pemeriksaan pada kandungan Anda atau dapat diketahui ketika Anda tidak merasakan adanya denyut dan juga pergerakan janin di dalam kandungan dalam beberapa waktu.

2. Bayi Berukuran Besar

Bayi yang berukuran besar dan memiliki berat badan yang tinggi akan membuat Anda harus mendapatkan tindakan episiotomi. Tujuannya untuk dapat melebarkan jalan lahir bayi agar dapat keluar dengan selamat sehingga bayi tidak berisiko meninggal dan juga tidak mengalami cacat.

Jika tidak dilakukan episiotomi proses persalinan akan berjalan lama yang dapat memperburuk kondisi Anda dan juga bayi. Ketika kondisi ini terjadi tenaga medis juga akan membutuhkan alat forsep atau vakum untuk membantu mengeluarkan bayi dengan melebarkan vagina.

3. Posisi Bayi Tidak Normal

Kondisi ketiga yang menjadi alasan dilakukannya tindakan episiotomi saat proses persalinan adalah posisi bayi yang tidak normal. Posisi yang dapat terjadi yaitu bayi sungsang dan juga posisi kepala bayi yang abnormal. Selain cara ini solusi yang dapat dilakukan adalah dengan persalinan secara caesar jika dapat dideteksi lebih awal.

4. Kondisi Kesehatan

Kondisi yang terakhir dilakukannya tindakan episiotomi adalah Anda sebagai ibu mengalami sakit jantung yang berisiko jika persalinan berlangsung lama. Bisa juga dilakukan ketika Anda sudah terlihat lelah dan lemas karena terlalu lama mengejan bayi untuk dapat keluar.

Kondisi keempat ini dapat Anda cegah terjadinya dengan memenuhi kebutuhan nutrisi selama hamil. Nutrisi yang cukup akan membuat stamina Anda kuat. Selain itu lakukan juga olahraga seperti senam khusus ibu hamil untuk membuat stamina Anda dapat terjaga saat proses persalinan berlangsung.

Persiapan untuk menyambut kedatangan bayi tidak cukup dengan membeli semua perlengkapan bayi yang berkualitas. Anda juga harus memperhatikan kondisi kesehatan diri sendiri dan juga bayi yang ada di dalam kandungan. Ketika kondisi Anda dan bayi stabil maka proses persalinan nantinya akan dapat berjalan dengan lancar tanpa terjadinya komplikasi dan risiko buruk lainnya.

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+